- Judul
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN
MENGGUNAKAN METODE FATTAQUN PADA SISWA KELAS VIII DI SMP PERMATA
CENDIKIA KABUPATEN CIREBON ( KD 4.1.1 Membaca Q.S Al-Furqan : 63 dan Q.S Al-Isra’:
27 dengan tartil.)
B.
Latar Belakang Masalah
Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Islam adalah agama yang rahmatan lil
‘alamin dan menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi para
pemeluknya, karena terdapat hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Hal ini
senada dengan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Abdul Wahab Khallaf bahwa
al-Qur’an diturunkan Allah kepada Rasul-Nya untuk menjadi hujjah baginya dan
menjadi undang-undang bagi ummat manusia.
Hukum yang dikandung oleh al-Qur’an ada tiga
macam, yaitu 1) Hukum i’tiqadiyyah yang berkaitan dengan hal-hal yang harus
dipercaya oleh setiap mukallaf, 2)
Hukum moralitas yang berhubungan dengan sesuatu yang harus dijadikan perhiasan
oleh setiap mukallaf, berupa hal-hal keutamaan dan menghindarkan diri
dari yang hina, dan 3) Hukum amaliyyah yang bersangkut paut dengan sesuatu yang
timbul dari mukallaf, baik berupa perbuatan, perkataan, perjanjian hukum
dan pembelanjaan. Macam yang ketiga ini disebut fiqh al-Qur’an.
Selain sebagai pedoman hidup yang harus dipatuhi, membacanya pun
merupakan suatu ibadah seperti hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibn
Mas’ud :
مَنْ قَرَاَحَرَفًا
مِنْ كِتَا بِاللهِ تَعَالَى فَلَهُ حَسَنَةٌ،وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ
اَمْثَالِهَا، لاَ اَقُوْلُ آلَمَ حَرْفٌ، وَلَكِنْ اَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ
حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ.[رواه الترميذى]
"Barang siapa membaca satu huruf dari Qur'an, dia akan memperoleh
satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak
mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, lam satu huruf
dan mim satu huruf".
Namun dengan nilai ibadah tersebut masih banyak
saja orang-orang yang kurang mengapresiasinya. Pada orang tua misalnya mereka
lebih memilih memasukkan anaknya ke tempat-tempat les pelajaran umum seperti
matematika, bahasa Inggris yang dinilai lebih utama bagi kehidupan di masa
depan dibandingkan membaca al-Qur'an. Hal tersebut mengakibatkan anak-anak
sebagai siswa kurang memperdalam kemampuannya dalam membaca al-Qur'an, dan juga
di zaman sekarang jarang ditemui gerakan-gerakan mengaji di waktu maghrib, berbeda
dengan zaman-zaman sebelumnya.
Apalagi jika anak-anak yang sudah lulus dari
Sekolah Dasar, mereka hanya mendapatkan pembelajaran membaca al-Qur'an di
SMP/MTs itu pun hanya pada Kompetensi Dasar (KD) tertentu saja selama dua jam pelajaran, tanpa
menambahnya lagi seperti saat duduk di Sekolah Dasar dengan bersekolah lagi di
MDA/DTA yang di dalamnya guru ikut membimbing membaca al-Qur'an.
Dengan demikian, menjadi suatu tantangan
tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk memberikan kontribusinya agar
siswa dengan pertemuan singkat di kelas setidaknya menguatkan kembali kemampuan
membaca al-Qur'an dan terus mengontrolnya secara dinamis dan kreatif. Salah
satunya dengan cara memilih metode dalam pendidikan dan pembelajarannya, namun
dalam pemilihan metode harus memperhatikan landasan atau dasar metode, seperti
dasar agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis. Jangan sampai terjadi ada
metode yang digunakan tetapi tidak sesuai dengan landasan tersebut, jika hal
ini terjadi bukan tidak mungkin tujuan pendidikan akan sulit dicapai.
Metode yang cocok untuk hal tersebut dengan
menerapkan metode fattaqun karena efektif, mudah difahami dan relatif singkat.
Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an
siswa dari yang belum lancar menjadi lancar dan dari yang lancar menjadi lebih
lancar.
C.
Perumusan Masalah
1.
Bagaimana Perencanaan Penggunaan Metode Fattaqun
untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
2.
Bagaimana Pelaksanaan Penggunaan Metode Fattaqun
untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
3.
Bagaimana Hasil Belajar Penggunaan Metode Fattaqun
untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
D.
Pemecahan Masalah
Metode Fattaqun relevan digunakan untuk
meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa karena metode ini mudah difahami
dan membutuhkan waktu yang relatif singkat.
E.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk Memperoleh Data Perencanaan Penggunaan
Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
2.
Untuk Memperoleh Data Pelaksanaan Penggunaan
Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
3.
Untuk Memperoleh Data Hasil Belajar Penggunaan
Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
F.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoretik
Dapat
menjadi referensi atau bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
2.
Manfaat Praktis
a.
Manfaat Bagi Guru
Kompetensi
Pedagogik dan Profesional guru dapat meningkat karena guru dihadapkan dengan
masalah dan diharuskan memberikan solusinya sendiri.
b.
Manfaat Bagi Siswa
Hasil
Belajar keterampilan siswa diharapkan menjadi lebih baik dengan solusi yang
diberikan guru yaitu menggunakan Metode Fattaqun.
c.
Manfaat Bagi Sekolah
Sekolah
akan memperoleh kualitas pembelajaran yang diperoleh dari solusi yang dipilih
guru dalam penelitian sehingga mutu pendidikan di sekolah dapat meningkat.
G.
Kerangka Teoretik
1.
Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Menurut
KBBI karya WJS. Poerwadarminto
kemampuan memiliki kata dasar
mampu yang berarti kuasa (sanggup melakukan sesuatu). Jadi kemampuan memiliki
arti kesanggupan, kecakapan dan kekuatan.
Membaca pula memiliki arti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan
apa yang tertulis itu.
Dikutip
pula dari makalah Ade Fitriani dkk, membaca
merupakan suatu proses menyusun makna
melalui interaksi dinamis antara pengetahuan pembaca yang telah ada dan mengandung
informasi yang dinyatakan oleh bahasa tulis dan konteks situasi pembaca. Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah
yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan suatu Ibadah.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
Kemampuan Membaca Al-Qur’an ialah Kesanggupan melihat tulisan dan mengerti atau
dapat melisankan melalui interaksi dinamis antara pengetahuan pembaca yang
telah ada terhadap kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
SAW.
Dalam
membaca al-Qur’an pun memiliki kaidah-kaidah, diantaranya yaitu :
1) Kaidah yang sangat penting,
maksudnya adalah kaidah-kaidah yang menentukan kebenaran sebuah makna al-Qur’an
ketika kita membacanya. Kaidah-kaidah yang termasuk kelompok ini yaitu
pengucapan huruf al-Qur’an (ashwat al-hurf), pelafalan huruf bertasydid,
panjang pendek bacaan (al-mad) dan aturan berhenti (ahkam al-waqfi wa
al-ibtida).
2) Kelompok kaidah yang penting,
yakni kaidah yang tidak terlalu berpengaruh bagi makna ayat akan tetapi
dibutuhkan untuk menjaga bacaan lainnya. Kaidah ini antara lain : pengucapan
bunyi nun mati dan tanwin (ahkam al-hurf), pengucapan lafadz Allah (lafdz
jalalah), bunyi huruf pantul (qolqolah), dll
3) Kelompok kaidah pelengkap,
yaitu seni atau suara dalam membaca al-Qur’an. Kaidah ini yaitu lagu (naghmah).
2.
Metode Fattaqun
Secara
bahasa metode (method) memiliki jalan atau cara. Dalam bahasa Arab kata
metode dikenal dengan istilah al-thoriqoh yang artinya sebuah jalan yang
sering dilalui. Adapun jalan tersebut sering dilalui karena dianggap paling
dekat dengan lokasi yang akan dituju, sehingga dengan melintasi jalan tersebut
memungkinkan akan lebih cepat sampai ke tempat yang dituju, dibanding jalan
yang lainnya. Dari arti tersebut, secara sederhana dapat difahami bahwa metode
adalah sebuah jalan atau cara yang diyakini paling efektif untuk mencapai
tujuan tertentu.
Sedangkan
kata “fattaqun” secara bahasa memiliki arti bertaqwalah!, (bentuk
intruksi/shighot al-amr). Dari makna ini, tujuan akhir dari belajar
al-Qur’an dengan metode ini adalah terbentuknya pribadi-pribadi yang bertaqwa.
Dari pemaknaan di atas metode fattaqun secara bahasa bisa difahami sebagai
jalan/sebuah cara untuk mempelajari al-Qur’an al-karim, yang bertujuan untuk
melahirkan pribadi-pribadi yang bertaqwa.
Setiap
metode memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda antara satu dengan yang
lainnya baik dalam bahan ajarnya, indikator keberhasilannya sasarannya, maupun
tehnik pengajarannya. Adapun karakteristik metode fattaqun adalah sebagai
berikut : 1) Menyederhanakan istilah-istilah tajwid yang berbahasa Arab, 2)
Materi yang disajikan tidak mendalam, 3) Penyajian materi secara bertahap, 4)
cara mengajarkannya lebih menekankan praktik, 5) Jika dilihat dari jenjang atau
tahapan belajar al-Qur’an metode fattaqun berakhir pada tingkat murottal, dan
6) Sasaran metode ini adalah mereka yang sudah mengenal satuan huruf-huruf
hijaiyyah tetapi belum lancar.
H.
Hipotesis Tindakan
Jika pembelajaran di kelas menggunakan Metode
Fattaqun maka dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
I.
Rencana dan Prosedur Penelitian
1.
Setting Penelitian
a.
Lokasi Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SMP Permata Cendikia Kabupaten Cirebon, dipilihnya lokasi
tersebut karena :
1)
Sekolah tersebut tempat peneliti mengajar
2)
Peneliti mudah memperoleh data
3)
Lokasi Sekolah tidak terlalu jauh
b.
Waktu Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan pada akhir semester ganjil mulai tanggal 11 sampai 23 November
2016.
1)
Persiapan :
Tanggal 11-13 November 2016
2)
Siklus I :
Tanggal 14 November 2016
3)
Siklus II :
Tanggal 21 November 2016
2.
Subjek Penelitian
Subjek
penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Permata Cendikia
Kabupaten Cirebon tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 orang dan terdiri
dari 21 anak laki-laki dan 18 anak perempuan dengan usia rata-rata 13 sampai 14
tahun.
3.
Tehnik dan Instrumen Pengumpulan Data
a.
Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu:
1)
Studi Dokumentasi/ dokumenter
Studi
dokumenter (documentary study) merupakan suatu tehnik pengumpulan data
dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis,
gambar maupun elektronik.
2)
Observasi
Observasi
(observation) atau pengamatan merupakan suatu tehnik atau cara
mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang
sedang berlangsung.
3)
Tes
Tes
adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh
data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan seseorang, dengan cara
yang boleh dikatakan tepat dan cepat.
b.
Instrumen Pengumpulan Data
1)
RPP
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMP Permata Cendikia
Mata Pelajaran :
PAI dan Budi Pekerti
Kelas/Semester :
VII/1
Alokasi Waktu :
2 x 40 Menit
A.
Kompetensi Inti
KI-4 Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori.
B.
Kompetensi Dasar
4.1.1 Membaca Q.S.
al-Furqan /25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27 dengan tartil.
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Mendemontrasikan bacaan Q.S. al-Furqan/25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27
dengan tartil.
2.
Mendemontrasikan bacaan Q.S. al-Furqan/25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27
dengan dengan lancar.
D.
Materi Pembelajaran
1.
Q.S Al-Furqan : 63
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ
ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا
2.
Q.S Al-Isra’ : 27
إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ
كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورٗا
E.
Kegiatan Pembelajaran
1.
Pendahuluan
a.
Membuka proses pembelajaran dengan salam dan
do’a.
b.
Memeriksa kehadiran.
c.
Apersepsi, yaitu memberikan pengantar
pembelajaran, baik dengan cara mengingatkan tata ingatan yang sudah disampaikan
atau dengan memberikan motivasi dan simulasi
d.
Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan.
2.
Kegiatan Inti
Dalam pelaksanaan Metode
Fattaqun ini prosesnya dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu :
a.
Tahap Klasikal yakni penyampaian kunci-kunci
membaca al-Qur’an secara umum dan singkat, untuk mengefektifkan waktu. Sehingga
dengan penyampaian kunci-kuncinya diharapkan peserta didik lebih mudah mencerna
dan tidak menghabiskan waktu.
b.
Tahap Praktik yakni proses penerapan dari teori
tersebut atau pengaplikasian teori dengan membaca al-Qur’an secara langsung
dalam bimbingan dan arahan dari guru.
3.
Penutup
a.
Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah
dilaksanakan.
b.
Penugasan yakni memberikan tugas berupa hafalan
pada ayat yang telah dibaca sebelumnya. Penugasan hafalan semacam ini selain
untuk mengulang-ulang materi juga untuk memperkaya hafalan.
c.
Merencanakan kegiatan tindak lanjut.
2)
Lembar Observasi Guru
|
No
|
Aspek yang diamati
|
Dilakukan
|
Komentar
|
Tindak Lanjut
|
|
Ya
|
Tidak
|
|
1
|
PENDAHULUAN
|
|
|
|
|
|
a.
Mengucapkan salam dan berdo’a bersama.
|
|
|
|
|
|
b.
Memeriksa Kehadiran
|
|
|
|
|
|
c.
Apersepsi
|
|
|
|
|
|
d.
Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan.
|
|
|
|
|
|
2
|
KEGIATAN INTI
|
|
|
|
|
|
a.
Menyampaikan kunci-kunci dalam membaca al-Qur’an dengan singkat.
|
|
|
|
|
|
b.
Pengarahan dan pengaplikasian teori yang disampaikan guru dengan cara
bimbingan
|
|
|
|
|
|
3
|
PENUTUP
|
|
|
|
|
|
a. Melakukan refleksi
|
|
|
|
|
|
b. Memberikan penugasan
|
|
|
|
|
|
c. Merencanakan tindak lanjut
|
|
|
|
|
3)
Lembar Observasi Siswa
|
No
|
Nama Siswa
|
Aspek yang diamati
|
|
Konsentrasi
|
Antusias
|
Keaktifan
|
Perhatian
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
4)
Tes Praktik
Nama peserta didik : ........................
Kelas : .......................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kompetensi Dasar : Membaca Q.S. al-Furqan/25:63
dan Q.S. al-Isra’/17:27 dengan tartil
|
No
|
Aspek Yang Dinilai
|
Baik
|
Tidak Baik
|
|
1
|
Kelancaran Bacaan
|
|
|
|
2
|
Ketepatan Tajwid
|
|
|
|
3
|
Ketepatan
Pengucapan Makhraj
|
|
|
|
4
|
Sikap Membaca
Al-Qur’an
|
|
|
|
5
|
Penghayatan
terhadap Bacaan
|
|
|
|
6
|
Melagukan Secara
Tartil
|
|
|
|
|
Skor yang Dicapai
|
|
|
|
Skor Maksimum
|
12
|
Keterangan penilaian:
Baik mendapat skor 2
Tidak baik mendapat skor 1
Petunjuk Penskoran:
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
C 100 = Skor akhir
4.
Jadwal Kegiatan Penelitian
|
NO
|
KEGIATAN
|
Tanggal ke
|
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
|
1
|
PERSIAPAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Menyusun Konsep Perencanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Menyusun Instrumen
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
PELAKSANAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tindakan Siklus 1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tindakan Siklus 2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
PELAPORAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Menyusun Konsep Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penyempurnaan Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
J.
Daftar Pustaka
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Tanpa
tahun. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an. Terjemahan oleh Mudzakir, 2011. Jakarta : PT. Pustaka
Litera AntarNusa.
Arikunto,
Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Buku
Paket PAI dan Budi Pekerti BSE Guru dan Siswa. 2014. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Fitriani ade, dkk. 2014. Makalah
“urgensi membaca dan menulis”, Makalah tidak diterbitkan. Cirebon :
Prodi PAI IAI Bunga Bangsa Cirebon.
Khallaf,
Abdul Wahab. 1956. Terjemahan oleh Moh Zuhri dan Ahmad Qarib, 1994. Ilmu
Ushul Fiqh.(Semarang : Dina Utama)
Khozim,
Ahmad Abdul. 2014. Hadist Tarbawi. Cirebon : Tsania Press.
Poerwadarminto, WJS. 1987. Kamus
Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Sukmadinata,
Nana Saodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Sulaeman, Eman.
2012. Metode Fattaqun. Bekasi : CV. Pustaka Ganesa.