Minggu, 19 Februari 2017

Contoh Proposal PTK (Bikin Sendiri Lho...)



  1. Judul
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FATTAQUN PADA SISWA KELAS VIII DI SMP PERMATA CENDIKIA KABUPATEN CIREBON ( KD 4.1.1 Membaca Q.S Al-Furqan : 63 dan Q.S Al-Isra’: 27 dengan tartil.)
B.     Latar Belakang Masalah
Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Islam adalah agama yang  rahmatan lil ‘alamin dan menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi para pemeluknya, karena terdapat hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Abdul Wahab Khallaf bahwa al-Qur’an diturunkan Allah kepada Rasul-Nya untuk menjadi hujjah baginya dan menjadi undang-undang bagi ummat manusia.[1]
Hukum yang dikandung oleh al-Qur’an ada tiga macam, yaitu 1) Hukum i’tiqadiyyah yang berkaitan dengan hal-hal yang harus dipercaya oleh setiap mukallaf,  2) Hukum moralitas yang berhubungan dengan sesuatu yang harus dijadikan perhiasan oleh setiap mukallaf, berupa hal-hal keutamaan dan menghindarkan diri dari yang hina, dan 3) Hukum amaliyyah yang bersangkut paut dengan sesuatu yang timbul dari mukallaf, baik berupa perbuatan, perkataan, perjanjian hukum dan pembelanjaan. Macam yang ketiga ini disebut fiqh al-Qur’an.[2]
Selain sebagai pedoman hidup yang harus dipatuhi, membacanya pun merupakan suatu ibadah seperti hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibn Mas’ud :
مَنْ قَرَاَحَرَفًا مِنْ كِتَا بِاللهِ تَعَالَى فَلَهُ حَسَنَةٌ،وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا، لاَ اَقُوْلُ آلَمَ حَرْفٌ، وَلَكِنْ اَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ.[رواه الترميذى]
"Barang siapa membaca satu huruf dari Qur'an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf".[3]
Namun dengan nilai ibadah tersebut masih banyak saja orang-orang yang kurang mengapresiasinya. Pada orang tua misalnya mereka lebih memilih memasukkan anaknya ke tempat-tempat les pelajaran umum seperti matematika, bahasa Inggris yang dinilai lebih utama bagi kehidupan di masa depan dibandingkan membaca al-Qur'an. Hal tersebut mengakibatkan anak-anak sebagai siswa kurang memperdalam kemampuannya dalam membaca al-Qur'an, dan juga di zaman sekarang jarang ditemui gerakan-gerakan mengaji di waktu maghrib, berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya.
Apalagi jika anak-anak yang sudah lulus dari Sekolah Dasar, mereka hanya mendapatkan pembelajaran membaca al-Qur'an di SMP/MTs itu pun hanya pada Kompetensi Dasar (KD) tertentu  saja selama dua jam pelajaran, tanpa menambahnya lagi seperti saat duduk di Sekolah Dasar dengan bersekolah lagi di MDA/DTA yang di dalamnya guru ikut membimbing membaca al-Qur'an.
Dengan demikian, menjadi suatu tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk memberikan kontribusinya agar siswa dengan pertemuan singkat di kelas setidaknya menguatkan kembali kemampuan membaca al-Qur'an dan terus mengontrolnya secara dinamis dan kreatif. Salah satunya dengan cara memilih metode dalam pendidikan dan pembelajarannya, namun dalam pemilihan metode harus memperhatikan landasan atau dasar metode, seperti dasar agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis. Jangan sampai terjadi ada metode yang digunakan tetapi tidak sesuai dengan landasan tersebut, jika hal ini terjadi bukan tidak mungkin tujuan pendidikan akan sulit dicapai.[4]
Metode yang cocok untuk hal tersebut dengan menerapkan metode fattaqun karena efektif, mudah difahami dan relatif singkat. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an siswa dari yang belum lancar menjadi lancar dan dari yang lancar menjadi lebih lancar. 
C.    Perumusan Masalah
1.      Bagaimana Perencanaan Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
2.      Bagaimana Pelaksanaan Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
3.      Bagaimana Hasil Belajar Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an?
D.    Pemecahan Masalah
Metode Fattaqun relevan digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa karena metode ini mudah difahami dan membutuhkan waktu yang relatif singkat.
E.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk Memperoleh Data Perencanaan Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
2.      Untuk Memperoleh Data Pelaksanaan Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
3.      Untuk Memperoleh Data Hasil Belajar Penggunaan Metode Fattaqun untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
F.     Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoretik
Dapat menjadi referensi atau bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.


2.      Manfaat Praktis
a.      Manfaat Bagi Guru
Kompetensi Pedagogik dan Profesional guru dapat meningkat karena guru dihadapkan dengan masalah dan diharuskan memberikan solusinya sendiri.
b.      Manfaat Bagi Siswa
Hasil Belajar keterampilan siswa diharapkan menjadi lebih baik dengan solusi yang diberikan guru yaitu menggunakan Metode Fattaqun.
c.       Manfaat Bagi Sekolah
Sekolah akan memperoleh kualitas pembelajaran yang diperoleh dari solusi yang dipilih guru dalam penelitian sehingga mutu pendidikan di sekolah dapat meningkat.
G.    Kerangka Teoretik
1.      Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Menurut KBBI karya WJS. Poerwadarminto kemampuan memiliki kata dasar mampu yang berarti kuasa (sanggup melakukan sesuatu). Jadi kemampuan memiliki arti kesanggupan, kecakapan dan kekuatan.[5] Membaca pula memiliki arti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu.[6]
Dikutip pula dari makalah Ade Fitriani dkk, membaca merupakan suatu proses menyusun  makna melalui interaksi dinamis antara pengetahuan pembaca yang telah ada dan mengandung informasi yang dinyatakan oleh bahasa tulis dan konteks situasi pembaca.[7] Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan suatu Ibadah.[8]
 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Kemampuan Membaca Al-Qur’an ialah Kesanggupan melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan melalui interaksi dinamis antara pengetahuan pembaca yang telah ada terhadap kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam membaca al-Qur’an pun memiliki kaidah-kaidah, diantaranya yaitu :
1)      Kaidah yang sangat penting, maksudnya adalah kaidah-kaidah yang menentukan kebenaran sebuah makna al-Qur’an ketika kita membacanya. Kaidah-kaidah yang termasuk kelompok ini yaitu pengucapan huruf al-Qur’an (ashwat al-hurf), pelafalan huruf bertasydid, panjang pendek bacaan (al-mad) dan aturan berhenti (ahkam al-waqfi wa al-ibtida). 
2)      Kelompok kaidah yang penting, yakni kaidah yang tidak terlalu berpengaruh bagi makna ayat akan tetapi dibutuhkan untuk menjaga bacaan lainnya. Kaidah ini antara lain : pengucapan bunyi nun mati dan tanwin (ahkam al-hurf), pengucapan lafadz Allah (lafdz jalalah), bunyi huruf pantul (qolqolah), dll
3)      Kelompok kaidah pelengkap, yaitu seni atau suara dalam membaca al-Qur’an. Kaidah ini yaitu lagu (naghmah).[9]   
2.      Metode Fattaqun
Secara bahasa metode (method) memiliki jalan atau cara. Dalam bahasa Arab kata metode dikenal dengan istilah al-thoriqoh yang artinya sebuah jalan yang sering dilalui. Adapun jalan tersebut sering dilalui karena dianggap paling dekat dengan lokasi yang akan dituju, sehingga dengan melintasi jalan tersebut memungkinkan akan lebih cepat sampai ke tempat yang dituju, dibanding jalan yang lainnya. Dari arti tersebut, secara sederhana dapat difahami bahwa metode adalah sebuah jalan atau cara yang diyakini paling efektif untuk mencapai tujuan tertentu.[10]  
Sedangkan kata “fattaqun” secara bahasa memiliki arti bertaqwalah!, (bentuk intruksi/shighot al-amr). Dari makna ini, tujuan akhir dari belajar al-Qur’an dengan metode ini adalah terbentuknya pribadi-pribadi yang bertaqwa. Dari pemaknaan di atas metode fattaqun secara bahasa bisa difahami sebagai jalan/sebuah cara untuk mempelajari al-Qur’an al-karim, yang bertujuan untuk melahirkan pribadi-pribadi yang bertaqwa.[11]
Setiap metode memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda antara satu dengan yang lainnya baik dalam bahan ajarnya, indikator keberhasilannya sasarannya, maupun tehnik pengajarannya. Adapun karakteristik metode fattaqun adalah sebagai berikut : 1) Menyederhanakan istilah-istilah tajwid yang berbahasa Arab, 2) Materi yang disajikan tidak mendalam, 3) Penyajian materi secara bertahap, 4) cara mengajarkannya lebih menekankan praktik, 5) Jika dilihat dari jenjang atau tahapan belajar al-Qur’an metode fattaqun berakhir pada tingkat murottal, dan 6) Sasaran metode ini adalah mereka yang sudah mengenal satuan huruf-huruf hijaiyyah tetapi belum lancar.  
H.    Hipotesis Tindakan
Jika pembelajaran di kelas menggunakan Metode Fattaqun maka dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
I.       Rencana dan Prosedur Penelitian
1.      Setting Penelitian
a.      Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP Permata Cendikia Kabupaten Cirebon, dipilihnya lokasi tersebut karena :
1)      Sekolah tersebut tempat peneliti mengajar
2)      Peneliti mudah memperoleh data
3)      Lokasi Sekolah tidak terlalu jauh
b.      Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada akhir semester ganjil mulai tanggal 11 sampai 23 November 2016.
1)      Persiapan   : Tanggal 11-13 November 2016
2)      Siklus I      : Tanggal 14 November 2016
3)      Siklus II    : Tanggal 21 November 2016
2.      Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Permata Cendikia Kabupaten Cirebon tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 orang dan terdiri dari 21 anak laki-laki dan 18 anak perempuan dengan usia rata-rata 13 sampai 14 tahun.
3.      Tehnik dan Instrumen Pengumpulan Data
a.      Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu:
1)      Studi Dokumentasi/ dokumenter
Studi dokumenter (documentary study) merupakan suatu tehnik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik.[12]
2)      Observasi
Observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu tehnik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.[13]        
3)      Tes
Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat. [14]
b.      Instrumen Pengumpulan Data
1)      RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                   Nama Sekolah      : SMP Permata Cendikia
                   Mata Pelajaran      : PAI dan Budi Pekerti
                   Kelas/Semester     : VII/1
                   Alokasi Waktu     : 2 x 40 Menit
A.    Kompetensi Inti
KI-4 Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.[15]
B.     Kompetensi Dasar
4.1.1 Membaca Q.S. al-Furqan /25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27 dengan tartil.
C.     Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Mendemontrasikan bacaan  Q.S. al-Furqan/25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27 dengan tartil.
2.      Mendemontrasikan bacaan  Q.S. al-Furqan/25:63 dan Q.S. al-Isra’/17: 27 dengan dengan lancar.
D.    Materi Pembelajaran
1.      Q.S Al-Furqan : 63
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا
2.      Q.S Al-Isra’ : 27
إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورٗا[16]                                                
E.     Kegiatan Pembelajaran
1.      Pendahuluan
a.       Membuka proses pembelajaran dengan salam dan do’a.
b.      Memeriksa kehadiran.
c.       Apersepsi, yaitu memberikan pengantar pembelajaran, baik dengan cara mengingatkan tata ingatan yang sudah disampaikan atau dengan memberikan motivasi dan simulasi
d.      Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan.
2.      Kegiatan Inti
     Dalam pelaksanaan Metode Fattaqun ini prosesnya dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu :
a.       Tahap Klasikal yakni penyampaian kunci-kunci membaca al-Qur’an secara umum dan singkat, untuk mengefektifkan waktu. Sehingga dengan penyampaian kunci-kuncinya diharapkan peserta didik lebih mudah mencerna dan tidak menghabiskan waktu.
b.      Tahap Praktik yakni proses penerapan dari teori tersebut atau pengaplikasian teori dengan membaca al-Qur’an secara langsung dalam bimbingan dan arahan dari guru.
3.      Penutup
a.       Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
b.      Penugasan yakni memberikan tugas berupa hafalan pada ayat yang telah dibaca sebelumnya. Penugasan hafalan semacam ini selain untuk mengulang-ulang materi juga untuk memperkaya hafalan.
c.       Merencanakan kegiatan tindak lanjut.
2)      Lembar Observasi Guru
No
Aspek yang diamati
Dilakukan
Komentar
Tindak Lanjut
Ya
Tidak
1
PENDAHULUAN




a.       Mengucapkan salam dan berdo’a bersama.




b.      Memeriksa Kehadiran




c.       Apersepsi




d.      Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan.




2
KEGIATAN INTI




a.       Menyampaikan kunci-kunci dalam membaca al-Qur’an dengan singkat.




b.      Pengarahan dan pengaplikasian teori yang disampaikan guru dengan cara bimbingan




3
PENUTUP




a.       Melakukan refleksi




b.      Memberikan penugasan




c.       Merencanakan tindak lanjut











3)      Lembar Observasi Siswa

No
Nama Siswa
Aspek yang diamati
Konsentrasi
Antusias
Keaktifan
Perhatian
1





2





3





4





5






4)      Tes Praktik
Nama peserta didik           :  ........................
Kelas                                 :  .......................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kompetensi Dasar : Membaca Q.S. al-Furqan/25:63 dan Q.S. al-Isra’/17:27 dengan tartil
No
Aspek Yang Dinilai
Baik
Tidak Baik
1
Kelancaran Bacaan


2
Ketepatan Tajwid


3
Ketepatan Pengucapan Makhraj


4
Sikap Membaca Al-Qur’an


5
Penghayatan terhadap Bacaan


6
Melagukan Secara Tartil



Skor yang Dicapai


Skor Maksimum

12
            Keterangan penilaian:
Baik mendapat skor 2
Tidak baik mendapat skor 1
Petunjuk Penskoran:
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
 C 100 = Skor akhir[17]
4.      Jadwal Kegiatan Penelitian
NO
KEGIATAN
Tanggal ke
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
1
PERSIAPAN













Menyusun Konsep Perencanaan













Menyusun Instrumen













2
PELAKSANAAN













Tindakan Siklus 1













Tindakan Siklus 2













3
PELAPORAN













Menyusun Konsep Laporan













Penyempurnaan Laporan














 
J.      Daftar Pustaka
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Tanpa tahun. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an. Terjemahan  oleh Mudzakir, 2011. Jakarta : PT. Pustaka Litera AntarNusa.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Buku Paket PAI dan Budi Pekerti BSE Guru dan Siswa. 2014. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fitriani ade, dkk. 2014. Makalah “urgensi membaca dan menulis”, Makalah tidak diterbitkan. Cirebon : Prodi PAI IAI Bunga Bangsa Cirebon.
Khallaf, Abdul Wahab. 1956. Terjemahan oleh Moh Zuhri dan Ahmad Qarib, 1994. Ilmu Ushul Fiqh.(Semarang : Dina Utama)
Khozim, Ahmad Abdul. 2014. Hadist Tarbawi. Cirebon : Tsania Press.
Poerwadarminto, WJS. 1987. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai       Pustaka.
Sukmadinata, Nana Saodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Sulaeman, Eman. 2012.  Metode Fattaqun. Bekasi : CV. Pustaka Ganesa.


[1] Abdul Wahab Khallaf diterjemahkan oleh Moh Zuhri dan Ahmad Qarib, Ilmu Ushul Fiqh, (Semarang : Dina Utama,1994), h. 28-29 
[2] Ibid., 34
[3] Manna’ Khalil Al-Qattan diterjemahkan oleh Mudzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, (Jakarta : PT. Pustaka Litera AntarNusa, 2011), h. 27

[4] Ahmad Abdul Khozim, Hadist Tarbawi, (Cirebon : Tsania Press, 2014), h. 40-41
[5] WJS. Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1987), h. 628
[6] Ibid., h.71
[7] Ade Fitriani dkk, “urgensi membaca dan menulis”, Makalah pada Prodi PAI IAI Bunga Bangsa Cirebon, Cirebon, 2014, h. 2, tidak dipublikasikan.  
[8] Manna’ Khalil Al-Qattan diterjemahkan oleh Mudzakir, h. 17
[9] Eman Sulaeman, Metode Fattaqun, (Bekasi : CV. Pustaka Ganesa, 2012), h. 43-44
[10] Ibid., h. 27
[11] Ibid., h. 28
[12] Nana Saodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h 221
[13] Ibid.,h 220
[14] Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h.46
[15] Buku Paket PAI dan Budi Pekerti BSE Guru. 2014 (Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), h. 80
[16] Buku Paket PAI dan Budi Pekerti BSE Siswa. 2014 (Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), h. 104-105

[17] Buku Paket PAI dan Budi Pekerti BSE Guru. 2014 (Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), h. 84-85

Tidak ada komentar:

Posting Komentar